Tips Mengenalkan Anak Menabung di Usia Dini

Tips Mengenalkan Anak Menabung di Usia Dini

Selain menabung anak juga diajak belajar membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Dari situ mereka  akan belajar bahwa perilaku boros sangat merugikan karena menghilangkan kesempatan untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan.

Lalu, bagaimana cara yang baik dan efektif untuk mendidik anak Anda dalam mengelola uang dengan menabung sedari dini? Simak dan terapkan ulasan berikut ini.

  1.    Kenalkan Konsep Uang Sebelum Menabung

Berapa umur anak Anda? Balita? Sudah sekolah TK? Atau sudah duduk di bangku SD?

Sebelum mengajarkan si kecil untuk mengelola keuangan dengan menabung, alangkah baiknya jika pada tahap awal Anda mengenalkannya tentang konsep uang. Semakin dini Anda ajarkan konsep uang, akan semakin baik.

Anda bisa mulai dengan mengenalkan pecahan uang. Mulai dari nilai terkecil hingga paling besar. Dari uang pecahan koin hingga pecahan kertas. Dengan begitu, anak akan mulai mengerti nilai uang dan juga bentuk uang.

Anda  juga bisa mulai mengajarkan anak Anda untuk berhitung uang sedikit demi sedikit. Jika anak sudah masuk sekolah, baik taman kanak-kanak ataupun sekolah dasar, maka akan lebih mudah untuk mengajarkannya.

Pada tahap itu,  biasanya anak sudah diajarkan cara berhitung dan pemahaman dasar soal uang di sekolah. Setelahnya, tinggal dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, saat Anda menyuruh si anak untuk membelikan dua sachet kopi di warung dengan uang pecahan kertas Rp10.000. Sesampainya di rumah, tanyakan berapa kembalian yang ia terima. Lalu suruh anak untuk menghitung berapa harga masing-masing kopi, jika uang kembalian yang diterima ialah Rp5.000.

Semakin sering Anda mengajarkannya berhitung, maka si anak akan semakin paham dan mengerti bagaimana alur kerja dari uang tersebut.

  1.    Uang Saku untuk Pancingan Menabung

Salah satu pancingan yang bisa Anda berikan agar  anak tergerak untuk menabung adalah memberikan uang saku. Secukupnya saja ya. Tidak berlebihan.

Apa ukuran secukupnya? Tentu disesuaikan dengan kebutuhan anak Anda. Misalnya,  untuk anak yang sudah sekolah dasar, Anda menyiapkan budget uang saku sebesar Rp10.000 tiap harinya.

Nah, sebagai orangtua, Anda harus bersikap tegas dengan tidak memberikan uang lebih dari yang telah ditetapkan. Bagaimanapun caranya dan apapun yang terjadi, si anak hanya bisa membeli sesuatu sesuai dengan uang yang diberikan.

Kalau sudah begitu, saat ingin membeli sesuatu seharga lebih dari Rp10 ribu, si anak akan berpikir bagaimana caranya supaya bisa membeli barang tersebut dengan uang yang terbatas.

Anda boleh memberikan saran padanya agar menyisihkan sedikit uang saku untuk ditabung. Dengan begitu, ia akan berlatih untuk mengendalikan diri dalam mengeluarkan uang. Ia juga akan belajar menghargai uang. Bahwa ketika menginginkan sesuatu, dibutuhkan usaha dan kesabaran.

2. Mulai Berikan Uang Saku Mingguan/Bulanan

Kalau anak Anda sudah berhasil mengelola uang saku yang diberikan secara harian, Anda bisa  mengurangi durasinya. Misalnya diberikan dalam skala mingguan. Kalau  durasi ini sudah berhasil memperlihatkan hasil positif terhadap perilaku keuangan anak, Anda bisa mulai memberikannya secara bulanan.

Pemberian uang saku dalam jumlah lebih banyak dengan durasi lebih panjang, akan membuat  anak belajar menahan diri untuk tidak boros dan tetap menggunakannya sesuai dengan porsinya. Malah akan sangat bagus jika ia bisa menyisihkannya untuk ditabung.

  1.    Kenalkan Menabung dengan Celengan

Agar anak punya media menabung, belikan celengan yang unik dan menarik untuk menambah semangat mereka dalam menyisihkan uang saku. Untuk anak perempuan, Anda belikan celengan berbentuk karakter yang lucu-lucu. Seperti Hello Kitty, Princess Disney, rumah-rumahan, dan lainnya. Untuk anak laki-laki, Anda bisa membelikan celengan berbentuk superhero, mobil, hewan buas, dan sebagainya.

Bagaimana cara agar anak-anak tambah termotivasi untuk menabung? Jika celengan sudah penuh, Anda bisa mengizinkan mereka untuk membeli barang yang sudah diidam-idamkan sejak lama. Namun, Anda harus tetap mengajarkan untuk membeli barang yang berguna dan cukup berharga, sehingga usaha menabung mereka tidak sia-sia.

Anda juga bisa menjanjikan anak-anak pergi berlibur dan jalan-jalan jika mereka rajin menyisihkan uang untuk ditabung.

  1.    Buat Anak “Bekerja” untuk Menabung

Untuk menambah semangat anak-anak dalam menabung, Anda bisa membuat mereka “bekerja” agar memperoleh uang. Bekerja di sini bukan berarti Anda memaksa mereka mencari pekerjaan di luar. Buatlah situasi agar mereka bekerja pada Anda untuk mendapatkan uang sebagai imbalannya.

Misalnya, Anda bisa meminta anak untuk melakukan tugas-tugas ringan seperti membereskan kembali mainan yang sudah dimainkan, meletakkan sepatu pada tempatnya, membelikan sesuatu di warung, dan masih banyak lagi.

Sebagai imbalan Anda bisa memberikan uang saku atas tugas-tugas yang sudah anak-anak kerjakan. Jumlah uangnya pun tidak perlu besar, cukup seribu hingga dua ribu rupiah.

Dengan begitu, anak-anak akan belajar untuk lebih menghargai uang, karena untuk mendapatkannya diperlukan usaha dan kerja keras. Tidak hanya itu, cara ini juga akan membantu mereka bertanggung jawab dengan membantu pekerjaan rumah. Yuk, dicoba!

  1.    Ajarkan Anak Menabung Di Bank

Setelah anak-anak terbiasa menabung di media celengan, Anda bisa mulai mengenalkan media menabung lain yakni bank. Jika anak Anda sudah cukup usia, mengapa tidak sekalian dibukakan rekening khusus tabungan anak di di bank.

Sekarang sudah banyak bank yang menawarkan produk tersebut.  Beberapa di antaranya sengaja mencetak kartu dan buku tabungan dengan gambar karakter kartun yang tentu menarik bagi anak-anak.

Untuk tahap awal, Anda bisa membantunya mengisi rekening terlebih dahulu agar ia senang. Setelah itu anjurkan ia untuk menabung dahulu di celengan, dan  setorkan secara berkala ketika celengan itu sudah penuh.

Agar ia makin semangat menabung, perlihatkan jumlah saldo yang tercetak di buku rekening setiap kali mereka selesai menabung.  Ini akan menjadi pengalaman seru dan mengesankan bagi anak. Semakin banyak saldo yang mereka lihat, maka semangat menabung akan semakin tinggi.

 

PT BPR BERLIAN BUMI ARTA – https://bpr-bba.com/ BPR yang berdaya saing tinggi, Kami senantiasa berusaha untuk meningkatkan kepercayaan Masyarakat. Menumbuh kembangkan kepercayaan merupakan modal kami untuk menjalin hubungan jangka panjang dengan nasabah. KLIK DISINI. Hubungi Kami di (0274)566294 / email : bbaygy@yahoo.com

Related Posts

Write a comment