Cara Bijak Menghadapi Pinjaman Online

Cara Bijak Menghadapi Pinjaman Online

kredit

kreditCARA BIJAK MENGHADAPI PINJAMAN ONLINE

Cara Bijak Menghadapi Pinjaman Online – Pada artikel sebelumnya sudah kita bahas apa saja yang harus diketahui antara pinjaman online asli dan pinjaman online palsu. Nah pada kesempatan kali ini kami akan membahas bagaimana cara bijak kita menghadapi pinjaman online.

Kenali Ciri-Ciri Modus Penipuan Berkedok Pinjaman Online

Tidak semua transaksi keuangan online berujung pada penipuan. Meski ada juga oknum yang menggunakan media online seperti media sosial yang menawarkan transaksi belanja online ataupun pinjaman online yang berujung pada penipuan.

Agar terhindar dari kondisi buruk semacam itu, kita perlu membekali diri dengan informasi, terutama bagaimana ciri transaksi yang bisa jadi modus penipuan berkedok pinjaman online seperti yang dijelaskan berikut ini.

1. Terasa Adanya Paksaan untuk Menjadi Debitur

Debitur adalah orang yang meminjam sejumlah dana kepada pihak kreditur. Hal ini berlaku juga untuk jenis pinjaman online. Namun, Anda perlu waspada saat mengajukan pinjaman dan kemudian di-follow up berlebihan dan terkesan adanya paksaan agar menjadi debitur. Bisa jadi ini sebenarnya adalah modus penipuan yang hendak menjerat targetnya dengan iming-iming sejumlah besar uang pinjaman.

2. Mengabaikan Riwayat Pinjaman Sebelumnya

Setiap kreditur akan mengecek riwayat status pinjaman seseorang dengan cara mengakses Sistem Informasi Debitur (SID) yang secara historis dibukukan Bank Indonesia (BI). Jadi, seandainya pernah punya riwayat histori pinjaman yang buruk dalam bentuk apa pun, seperti menunggak cicilan kredit multiguna (KMG) dari suatu bank atau punya masalah dengan historis pembayaran kartu kredit, saat akan mengajukan pinjaman, siap-siap saja mengalami penolakan.

Sementara di pihak lain ada juga pinjaman online yang memberikan iming-iming tanpa perlu tahu status riwayat pinjaman sebelumnya. Berhati-hatilah dalam memilih modus pinjaman online semacam ini. Karena pada dasarnya, bila hendak mengajukan pinjaman, baik online maupun konvensional pada lembaga perbankan, status riwayat pinjaman sebelumnya adalah salah satu faktor dari sukses atau gagalnya dana pinjaman didapatkan.

3. Meminta Sejumlah Uang Sebagai Salah Satu Persyaratan Pencairan

Ciri yang ketiga ini adalah yang paling umum bisa dipakai untuk mengenali apakah suatu pinjaman online ini adalah modus penipuan atau tidak. Meminta sejumlah uang sebelum pencairan bukan persyaratan agar uang pinjaman bisa cair.

Jika ini terjadi, tentu saja yang demikian sudah mencurigakan. Karena itu, ada baiknya kalau calon kreditur pinjaman online meminta sejumlah uang, yang dikatakan sebagai satu syarat jaminan atau biaya administrasi, lebih baik tolak saja. Normalnya biaya administrasi tidaklah besar dan disampaikan secara jelas di awal.

Jangan sampai Anda menjadi korban penipuan online berkedok apa pun. Mengenali ciri-ciri seperti di atas adalah cara mudah menangkal jerat penipuan. Bila Anda memang benar-benar berniat ajukan pinjaman online, bisa mempelajari mekanisme, cara kerja, dan hal lain terkait persyaratannya seperti dijelaskan di bawah ini.

Hal Wajib yang Mesti Dilakukan Debitur Pinjaman Online

Memberikan pinjaman secara online idealnya dilakukan lembaga perbankan terverifikasi sehingga memberikan kemudahan dan rasa aman bagi masyarakat. Sebagai debitur, selain tahu ciri penipuan berkedok pinjaman online, hal-hal berikut juga harus dilakukan juga demi transaksi yang aman dan nyaman.

1. Kenali Layanan dan Verifikasi Resmi Tidaknya Pemberi Kredit

Di Indonesia saat ini sudah dikenal beberapa situs penyedia jasa layanan pinjaman online. Kita bisa dengan mudah mengaksesnya serta mencari tahu kemungkinan mendapatkan pinjaman dari situs-situs semacam ini. Tentu saja yang terpercaya adalah yang resmi dan terdaftar sebagai jasa penyedia layanan pinjaman berbasis online.

2. Kredibilitas Kreditur Penting, Tak Ada Biaya Administrasi Biasanya Hanya Survei

Saat mengajukan pinjaman online yang resmi, calon debitur biasanya hanya diminta mengisi formulir data diri online. Selanjutnya, pihak kreditur yang akan menghubungi dengan intensitas wajar dan tak ada follow up berlebihan.

Bila verfikasi dari pihak kreditur menganggap bahwa calon debitur memang layak secara administrasi, akan ada survei sama seperti pinjaman offline konvensional. Proses berikutnya adalah pencairan yang tentu tak ada biaya administrasi atau pemotongan uang pinjaman dan sejenisnya.

3. Kenali Mekanisme dan Cara Kerja Pinjaman Online

Sama seperti pinjaman konvensional, pinjaman online juga punya prosedur khusus sampai di mana uang pinjaman benar-benar dicairkan. Biasanya yang pertama tentu mekanisme pengajuan pinjaman dalam bentuk mengisi formulir saja.

Proses selanjutnya adalah pendalaman, mulai dari survei, penjelasan mekanisme cicilan, dan bunga serta ragam aktivitas informasi lainnya. Setelahnya, pihak kreditur yang akan memutuskan apakah layak menerima pinjaman atau tidak.

4. Cari Informasi Lembaga Keuangan atau Penyedia Pinjaman

Lembaga resmi atau situs yang punya layanan penghubung pinjaman online yang kredibel dan terverifikasi akan sangat menjaga nama baiknya. Identitas yang lengkap dan jelas serta mudah dilacak dengan track record yang bersih jadi salah satu contohnya. Bila perlu konfirmasi dan verifikasi secara mendalam dengan datang langsung atau menghubungi via nomor yang tertera.

Ingat, Jangan Lupa Verifikasi

Mencari pinjaman online mungkin efektif dari segi waktu dan tenaga. Namun, sebagai calon debitur,  kejelian, kesabaran, dan kemauan untuk melakukan verifikasi lembaga perbankan atau penyedia layanan keuangan online tetap harus dikedepankan. Hal ini bertujuan agar tak menyesal atau jadi korban penipuan di kemudian hari.

PT BPR BERLIAN BUMI ARTA – https://bpr-bba.com/ BPR yang berdaya saing tinggi, Kami senantiasa berusaha untuk meningkatkan kepercayaan Masyarakat. Menumbuh kembangkan kepercayaan merupakan modal kami untuk menjalin hubungan jangka panjang dengan nasabah. KLIK DISINI. Hubungi Kami di (0274)566294 / email : bbaygy@yahoo.com

Related Posts

Write a comment