Tips Memulai Usaha Bisnis

Tips Memulai Usaha Bisnis

TIPS MEMULAI USAHA BISNIS

Tips Memulai Usaha Bisnis – Salah satu syarat dari memulai usaha bisnis baru adalah ada modal. Dan salah satu cara yang paling digunakan para pengusaha muda dengan bisnis barunya adalah dengan mangajukan kredit pinjaman modal usaha di Bank. Nah berikut ini adalah beberapa tips mendapatkan suntikan modal sebelum memulai usaha bisnis.

Harus Mulai Dari Mana?

1. Pemilihan usaha

Untuk mengambil hati bank yang menjadi sasaran, hal pertama yang harus diperhatikan adalah kejelasan kita dalam memilih usaha. Pilih usaha yang menjadi keahlian kita, atau yang sedang populer di pasaran. Ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi bank untuk menyetujui pinjaman modal.

Usaha di bidang fashion, kuliner, kerajinan tangan, hingga start-up di bidang ticketing yang sangat ‘anak muda’ (seperti menyediakan tiket online bagi festival musik EDM, misalnya), bisa menjadi pilihan. Nilai plus akan diberikan bank jika kita sudah pernah menggeluti bidang usaha tersebut sebelumnya, atau punya track record kesuksesan usaha yang menjanjikan.

Pilih usaha yang realistis, ya. Dan pastikan usaha ini juga cukup fleksibel dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Tren gampang berubah. Ini bisa jadi kesempatan sekaligus jebakan bagi anak-anak muda yang memulai usaha berdasarkan tren sesaat. Tak heran, banyak pengusaha musiman yang gugur begitu saja saat tren mulai beralih.

Jadi, pikirkan juga bagaimana usaha kita akan bisa terus berlanjut kalau-kalau dalam 1-2 tahun tren akan berubah. Amati perkembangannya, supaya usaha kita pun bisa disesuaikan dengan pergerakan tren yang ada di pasar.

2. Pembuatan rencana

Setelah memilih dan mengetahui jenis usaha yang akan kita tekuni, mulai buat rincian usaha dan rencana secara mendalam. Mulai dari lokasi usaha, banyaknya sumber daya manusia yang dibutuhkan, pasar yang dituju, juga—tentunya—modal yang dibutuhkan. Hitung dengan detil apa saja yang akan kita butuhkan untuk memulai usaha ini.

Coba tes pasar dengan menjual barang atau jasa kita ke orang-orang terdekat, teman, atau kolega di kantor. Dapatkan umpan balik dari mereka sebelum menjual barang atau jasa kita secara luas, sehingga kita bisa mendapatkan masukan untuk menyempurnakan rencana bisnis kita. Untuk pendanaan, buat hitungannya serinci mungkin. Pastikan potensi keuntungan atau omset juga bisa terlihat jelas.

Jika usaha yang diajukan sudah cukup jelas dan terlihat punya potensi bagus untuk berkembang, kita mesti menyiapkan Proposal Pengajuan Modal Usaha yang menarik. Ada banyak, kok, contoh proposal semacam ini yang bisa diunduh dari Internet sebagai referensi. Usahakan jangan menjiplak satu sumber saja, ya. Lihat beberapa contoh yang baik, lalu gabungkan elemen-elemen yang kita anggap cocok untuk proposal usaha kita sendiri.

Pada dasarnya, proposal ini berisi semacam ‘studi kelayakan usaha’ yang akan kita perlihatkan ke bank. Isinya tak jauh beda dengan studi yang semestinya sudah kita lakukan sebelum mulai membuat usaha: jenis usaha dan keunggulannya, ruang usaha dan tata-letak, bagan arus proses produksi, mesin dan peralatan, distribusi dan pemasaran, struktur organisasi, jadwal kegiatan, dan semacamnya.

Apa Saja Syarat Utama Mengajukan Kredit Pinjaman Modal Usaha?

Meski bisa jadi setiap bank punya persyaratan khusus yang berbeda-beda, tapi pada dasarnya, inilah persyaratan yang akan diminta oleh setiap bank ketika kita mengajukan Kredit Pinjaman Modal Usaha:

  1. Individu atau perorangan dengan usaha nyata dan produktif
  2. Telah memiliki usaha aktif tersebut selama minimal 6 bulan
  3. Tidak sedang memiliki kredit dari bank lain, kecuali kredit konsumtif
  4. Persyaratan administratif (berbeda untuk tiap bank)
  5. KTP, Kartu Keluarga, dan Surat Ijin Usaha yang aktif

Pastikan semua syarat yang diminta terpenuhi, agar kredit tidak ada halangan saat diverifikasi pihak bank. Ada baiknya, kita terlebih dahulu mengajukan kredit ke bank di mana kita menjadi nasabahnya. Kalau kita sudah memiliki rekening usaha di bank tersebut, ini bisa jadi ‘bukti’ tambahan bagi bank untuk melihat potensi perkembangan usaha kita.

Rekam jejak kredit yang baik juga diperlukan supaya kita bisa mengajukan pinjaman modal. Bank mempunyai data dan laporan kredit kita—baik dari bank tersebut, maupun dari bank lainnya. Lewat data ini, bank bisa melihat apakah kita pernah terlibat hutang, atau punya tagihan kartu kredit yang tidak terselesaikan. Jika ada, tentunya hal ini akan memengaruhi kepercayaan bank terhadap kemampuan kita mengelola uang.

Ketika satu bank saja sudah memasukkan nama kita ke daftar catatan nasabah dengan rekam jejak kredit yang buruk, maka perjalanan pengajuan kredit kita—kredit apapun, tak akan mulus. Jadi, dari sekarang, pastikan sejarah kredit kita baik dan bersih—apalagi jika ke depannya kita punya impian membuka usaha. Sayang, kan, kalau karena catatan kredit yang buruk kita jadi tak bisa mengembangkan usaha?

3. Melakukan wawancara

Setelah melalui tahap administrasi dan pengecekan data, kita akan menghadapi tahap wawancara. Tahapan ini penting dan membutuhkan kepercayaan diri dan mental yang kuat. Lewat wawancara ini, bank harus diyakinkan bahwa kita–sebagai peminjam modal–memiliki usaha yang menjanjikan dan bisa mengelola modal yang dipinjam dengan baik.

Di tahap inilah biasanya banyak pengusaha muda gugur. Biasanya, karena kurang percaya diri dan gugup, sehingga terkesan kurang meyakinkan saat bercerita soal bisnisnya.

Kalau kita merasa termasuk orang-orang yang mudah gugup dan kurang percaya diri, coba berlatih tanya-jawab dengan kawan atau keluarga. Berlatihlah sampai kita yakin dengan apa yang hendak kita presentasikan di luar kepala, dan bisa menjawab pertanyaan tanpa ragu-ragu atau gugup. Karena, kalau kita sendiri terlihat tidak yakin dengan usaha kita, bagaimana kita bisa meyakinkan bank untuk meminjamkan modal?

Selanjutnya, kita hanya perlu berdoa sambil menunggu kabar baik dari bank.

Sambil menunggu, cek lagi kredibilitas kita dalam pengajuan kredit. Karena biasanya, pada tahap ini, bank akan meminta portfolio keuangan kita. Ini akan memperlihatkan besarnya pendapatan dan pengeluaran pada usaha kita saat ini. Hal ini diperlukan bank untuk menilai pola konsumsi kita: apakah kita termasuk debitur yang konsumtif dalam menghabiskan uang, atau tidak.

Bukan hanya kredibilitas usaha dan debitur yang menjadi bahan pertimbangan, lho. Untuk pinjaman modal yang lebih serius dan berjumlah besar, bank akan meminta agunan atau jaminan. Ketika ini terjadi, pastikan agunan yang kita ajukan memenuhi syarat pengajuan kredit. Soalnya, tidak sembarang agunan bisa lolos. Ada banyak kriteria untuk mengajukan kredit dengan agunan. Baiknya, siapkan agunan yang nilainya kurang-lebih sama dengan kredit modal usaha yang kita butuhkan.

Lalu apa gunanya agunan?

Agunan berfungsi sebagai jaminan bagi bank atau pelindung bank dari risiko kredit macet di kemudian hari—jika karena satu dan lain hal kita tidak bisa mengembalikan modal yang sudah dipinjam.

Bagaimana jika kita tak punya agunan? Jangan khawatir.

Banyak kredit tanpa agunan yang ditawarkan beberapa bank, kok. Jadi, jangan menyerah!

PT BPR BERLIAN BUMI ARTA – http://bpr-bba.com/ BPR yang berdaya saing tinggi, Kami senantiasa berusaha untuk meningkatkan kepercayaan Masyarakat. Menumbuh kembangkan kepercayaan merupakan modal kami untuk menjalin hubungan jangka panjang dengan nasabah. KLIK DISINI. Hubungi Kami di (0274)566294 / email : bbaygy@yahoo.com

Related Posts

Write a comment