Aset Untuk Jaminan

Aset Untuk Jaminan

Dalam peminjaman di Bank, tentunya harus ada barang yang bisa digunakan untuk jaminan. Perlu diketahui banyak aset yang bisa digunakan untuk meminjam uang di bank. Aset berharga apa saja yang bisa digunakan untuk jaminan?

Jaminan dibagi menjadi dua, yakni jaminan pokok dan jaminan tambahan.

1. Jaminan pokok adalah barang atau obyek yang dibiayai dengan kredit. Misalnya saja jaminan pembelian rumah dengan kredit (kredit pemilikan rumah) maka yang dijaminkan adalah rumah yang dibeli tersebut.

2. Jaminan Tambahan merupakan barang atau benda yang dijadiman jaminan untuk menambah jaminan pokok. Hal ini diperlukan karena bank menilai jaminan pokok dianggap nilainya masih kurang.

Kemudian, bila mengacu pada wujud benda atau barangnya, maka jaminan dibagi lagi menjadi jaminan berwujud dan tak berwujud.

1. Contoh jaminan berwujud adalah bangunan, kendaraan, mesin, dan lain sebagainya

2. Contoh jaminan tak berwujud antara lain garansi perusahaan, garansi perorangan.

Kalau Lamborghini jadi jaminan, kira-kira mau minjem duit berapa yah? (Lamborghini Aventador/Car and Driver)
Sementara kalau ditinjau dari segi mobilitas, maka dibagi menjadi benda bergerak dan benda tak bergerak.

1. Contoh benda bergerak itu antara lain kendaraan bermotor, piutang, persediaan barang dagangan

2. Contoh benda tak bergerak seperti tanah, bangunan, pabrik

Yang pasti, agunan itu punya kriteria tertentu agar bisa diterima bank. Nah, kriteria agunan itu antara lain:

Punya nilai ekonomis dalam pengertian dapat dinilai dengan uang dan bisa diuangkan
Kepemilikannya bisa dipindahtangankan
Punya nilai yuridis dalam pengertian agunan itu bisa dimiliki secara sempurna berdasarkan hukum di mana bank punya hak didahulukan terhadap likuidasi agunan tersebut
Bank Indonesia (BI) lantas mengatur jaminan-jaminan apa saja yang bisa digunakan dalam pengajuan kredit. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (BI) No 9/PBI/2007. Agunan yang diakui itu antara lain:

  1. Tanah
    Nasabah wajib membuktikan kepemilikan tanah tersebut lewat hak milik, hak guna usaha, hak pakai atas tanah Negara, dan lain-lain.
  2. Bangunan
    Berupa bangunan seperti rumah tinggal, rumah susun, pabrik, gudang, hotel. Nasabah mesti menunjukkan bangunan tersebut sudah dilengkapi IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan status hukumnya apakah sedang ada sengketa atau tidak.
  3. Kendaraan bermotor
    Yang dimaksud kendaraan bermotor adalah mobil dengan berbagai jenis, merek, dan tipe serta sepeda motor dan skuter. Ini sesuak dengan bunyi UU No 14/1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya. Pembuktiannya melalui Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).
  4. Mesin-mesin Pabrik
    Usia mesin pabrik dan teknisnya mesti diperhatikan karena itu bakal dianalisa untuk menentukan nilainya.
  5. Surat berharga dan saham
    Surat berharga dan saham itu mesti aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau memiliki peringkat investasi.
  6. Pesawat udara atau kapal laut
    Perlu diperhatikan ukuran pesawat udara atau kapal laut yang bisa diagunkan berukuran di atas 20 meter kubik yang diikat dengan hipotek.

Semoga bermanfaat 🙂

PT BPR BERLIAN BUMI ARTA – http://bpr-bba.com/ BPR yang berdaya saing tinggi, Kami senantiasa berusaha untuk meningkatkan kepercayaan Masyarakat. Menumbuh kembangkan kepercayaan merupakan modal kami untuk menjalin hubungan jangka panjang dengan nasabah. KLIK DISINI. Hubungi Kami di (0274)566294 / email : bbaygy@yahoo.com

Related Posts

Write a comment